Selasa, 19 Maret 2013

Rambut Rontok, Barometer Kesehatan Anda

Rambut rontok nggak pandang bulu. Mau rambut kamu keriting, yang lurus, yang hitam, yang pirang, sama sama punya peluang kena rambut rontok

Kalau rambut rontok masih dalam jumlah yang wajar, sebenarnya itu bagian dari siklus hidup rambut itu sendiri. Ia tumbuh, istirahat dan rontok. Masa pertumbuhannya bervariasi 2-6 bulan dengan kecepatan tumbuh rata-rata 0,3 mm per hari atau sekitar 1 cm perbulan. Waktu istirahatnya 2-3 bulan, setelah itu lalu rontok: biasanya berlangsung terus menerus selama 3-4 bulan.

Dari seluruh kasus rambut rontok yang normal atau sementara, 90% biasanya akan membaik kembali. Begitu juga kalau rambut rontok sementara akibat stres, keadaan sakit, kekurangan zat makan, menjalani diet ketat, mengkonsumsi obat tertentu, berhenti makan obat atau ganti obat lain (misal pil KB).

Rambut rontok yang berlebihan itu sebenarnya juga bisa menjadi barometer kesehatan. Menurut ahli rambut Michael Kalman dari Mount Sinai Scholl of Medicine, rambut rontok  secara umum terjadi akibat reaksi terhadap gangguan dalam tubuh. Menurutnya rambut rontok bisa terjadi karena kita sedang mengidap suatu penyakit karena defisiensi (kekurangan) zat gizi atau ketidak seimbangan hormon.

Kurang “makan”
Rambut rontok merupakan satu reaksi umum tubuh karena kekurangan “makan” (nutrisi) terutama protein dan kalori. Pada vegetarian yang kurang mengkonsumsi makanan sumber protein dalam jumlah cukup, sering ditemui gejala rambut rontok ini. Begitu juga dengan yang melakuan diet jauh dibawah 1.000 kalori sehari, jika berlarut-larut akan menyebabkan rambut kekurangan zat gizi.

Disamping itu kekurangan zat besi, seng, kalsium, magnesium dan krom, adalah biang keladi masalah ini. Demikan juga dengan defisiensi vitamin B12 dan folic acid. Sementara tingginya kadar tembaga pun mengundang masalah. Bila kadar tembaga dalam tubuh terlalu tinggi, kadar seng menjadi menurun. Akibatnya rambut menjadi kering dan mudah rontok.

Kerontokan rambut juga merupakan pertanda tubuh  kekurangan asam lemak esensial serta rendahnya daya serap usus. Defiensi ini juga ditandai dengan kulit kepala dan alis memerah serta mengelupas, perut kembung, bersendawa dan mual. Hal ini bisa terjadi karena mengkosumsi banyak makanan berbahan tepung saat kondisi stres, tidak seimbangnya organisme dalam perut, atau makan makanan berserat terlalu banyak.

Ketidak seimbangan hormon

Kurangnya produksi hormon tiroid akan menyebabkan rambut rontok, rambut pecah-pecah dan kuku rapuh, kulit kering, lesu, bicara lambat, dan alis bagian luar tanggal. Kalau produksinya berlebihanpun akan menyebabkan kerontokan, disamping kulit berminyak, selera makan meningkat, keluar keringat berlebihan, jantung berdenyut cepat, merasa kepanasan dan mata menonjol.

Demikian pula jika produksi hormon paratinoid kurang, rambut akan rontok. Gejala lain pembentukan pigmen kulit berlebihan dan kejang otot. Metabolisme kalsium dan fosfor dalam tubuh juga diatur oleh hormon ini.

Tingginya kadar gula darah (diabetes mellitus) akibat kekurangan produksi hormon insulin akan menimbulkan salah satu gejala yaitu rambut rontok. Sebaliknya produksi insulin berlebihan menyebabkan kadar gula darah sangat rendah (hypoglycaemia). Akibatnya pun sama, rambut jadi rontok.

Pada wanita, ketidak beresan indung telur dapat menyebabkan produksi hormon androgen berlebihan. Akibatnya, memunculkan sifat seks sekunder laki-laki: tumbuhnya rambut wajah berlebihan, resesi rambut kepala, dan menipisnya rambut pada bagian depan atau atas kepala.

Rawat dan kasih makan

Memperbaiki menu makan lebih baik ketimbang mencemaskan rambut rontok. Rambut perlu diberi “makan” setiap hari. Menu “penumbuh” rambut itu meliputi makanan yang kaya vitamin A, B kompleks, E dan zat besi. Juga sumber protein nabati : kacang buncis, biji-bijian dan makanan dari kedelai (tahu dan tempe). Konsumsilah buah segar dan sayuran hijau, seperti selada, bayam, kangkung, lobak dsb. Boleh juga sayuran segar, dikukus ringan.

Hindari susu berlemak tinggi, roti dari gandum putih, makanan gorengan, keju berlemak tinggi, coklat dan garam atau makan asin karena dapat merusak kesehatan rambut. Rambut tidak sehat berkaitan dengan tingginya kadar hormon androgen dan kolesterol. Sebagai bahan makan anti androgen dan antikolesterol, jamur dan kacang-kacangan  perlu dimasukkan dalam daftar menu Anda.

Hindari dit ketat karbohidrat karbohidrat. Folikel rambut sangat sensitif terhadap defisiensi karbohidrat. Bila berlarut-larut akan menyebabkan siklus rambut terganggu, rambut kurang berkilau dan kurang kuat, lalu akhirnya rontok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar